BroadChain melaporkan, pada 5 Maret, Intercontinental Exchange (ICE), perusahaan induk Bursa Efek New York (NYSE), melakukan investasi ke OKX dengan valuasi mencapai $25 miliar.
OKX akan menyediakan data harga real-time aset kripto kepada ICE. Sebaliknya, OKX juga akan memungkinkan penggunanya untuk memperdagangkan saham ter-tokenisasi dan derivatif yang tercatat di NYSE. Fitur terkait rencananya akan diluncurkan pada paruh kedua tahun 2026.
Xu Mingxing, pendiri OKX, mengungkapkan bahwa ICE akan bergabung dalam dewan direksi perusahaan. Kedua pihak berencana untuk berkolaborasi dalam membangun infrastruktur pasar aset digital.
ICE merupakan salah satu operator infrastruktur keuangan global terkemuka, yang mengelola NYSE serta berbagai platform derivatif dan kliring berskala global.
Kerja sama ini mencerminkan kesamaan pandangan kedua belah pihak mengenai peran jangka panjang teknologi aset digital dalam sistem keuangan masa depan.
OKX menambahkan bahwa kolaborasi ini akan menjadi momentum penting untuk mempercepat ekspansinya di pasar Amerika Serikat, sekaligus mengeksplorasi pembangunan infrastruktur keuangan generasi baru yang sesuai dengan persyaratan regulasi dan struktur pasar.
Ke depan, kedua pihak berpotensi mengeksplorasi bidang sekuritas ter-tokenisasi dan digitalisasi aset tradisional. Ini termasuk meneliti bagaimana infrastruktur digital dapat menghubungkan sekuritas dengan lebih efisien kepada investor global, sambil tetap mematuhi kerangka tata kelola dan regulasi bursa tradisional. Kolaborasi antara teknologi aset digital dan lembaga keuangan tradisional diperkirakan akan menjadi tren penting dalam perkembangan pasar keuangan.
Xu Mingxing menegaskan, rencananya adalah membuka akses bagi lebih dari 120 juta pengguna global OKX ke pasar futures AS milik ICE dan pasar saham ter-tokenisasi NYSE. Mereka juga akan mengeksplorasi jalur integrasi antara sistem keuangan tradisional dan infrastruktur aset digital dalam koridor kepatuhan regulasi.
Lebih lanjut, Xu Mingxing menyatakan bahwa seiring dengan dorongan transformasi struktural pasar keuangan oleh teknologi blockchain dan kecerdasan buatan (AI), kedua pihak akan bekerja sama dalam bidang sekuritas ter-tokenisasi dan digitalisasi aset tradisional. Tujuannya adalah mengeksplorasi model infrastruktur keuangan generasi berikutnya yang lebih efisien dan transparan.
Haider Rafique, General Manager Global Corporate Affairs OKX, mengungkapkan bahwa OKX berencana memindahkan hingga 2.000 dari total 5.000 karyawannya ke Amerika Serikat.
