Menurut BroadChain, pada 28 Maret, Guy Wuollet, mitra a16z crypto, menyampaikan pandangannya dalam program Crypto Playbook Fortune. Ia menyatakan bahwa industri kripto kini tengah memasuki fase kedewasaan—saat ini berada dalam “era kemeja”: belum sepenuhnya formal, namun sudah jauh melampaui tahap awal yang serba coba-coba.
Wuollet menekankan bahwa tren utama yang sedang berlangsung adalah adopsi teknologi blockchain yang masif oleh Wall Street. Para raksasa keuangan tradisional seperti BlackRock dan Fidelity tidak hanya meluncurkan ETF Bitcoin, tetapi juga aktif mengintegrasikan teknologi blockchain dalam pengembangan stablecoin dan tokenisasi aset.
Di sisi lain, konvergensi blockchain dengan kecerdasan buatan (AI) sedang membangun fondasi untuk agen pembayaran on-chain. Wuollet mengungkapkan, banyak talenta dari bidang AI konsumen kini beralih ke industri kripto karena yakin bahwa sistem pembayaran berbasis agen pertama kali akan terwujud di blockchain. Stripe juga turut mengangkat prospek pembayaran agen dalam laporan tahunannya.
Mengenai kekhawatiran fragmentasi akibat beragamnya standar pembayaran, Wuollet berpendapat bahwa model AI memiliki kemampuan luar biasa dalam memahami berbagai sistem. Oleh karena itu, keragaman ini kecil kemungkinannya akan menghambat laju adopsi teknologi.
