比特币矿企MARA卖出超1.5万枚BTC,裁员约15%,加速向AI与数字基础设施转型

Perusahaan Penambang Bitcoin MARA Menjual Lebih dari 15.000 BTC, Merumahkan Sekitar 15% Karyawan, dan Mempercepat Transformasi ke AI serta Infrastruktur Digital

BroadChainBroadChain03/04/2026, 11.58
Konten ini telah diterjemahkan oleh AI
Ringkasan

Perusahaan penambang Bitcoin MARA mengumumkan pemutusan hubungan kerja terhadap sekitar 15% karyawan

BroadChain melaporkan, pada 3 April, perusahaan penambang Bitcoin MARA mengumumkan rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 15% tenaga kerjanya. Kebijakan ini mencakup karyawan tetap di berbagai departemen serta sebagian pekerja kontrak.

Dalam memo internal, CEO MARA Fred Thiel menjelaskan bahwa langkah restrukturisasi ini merupakan keputusan strategis seiring perusahaan yang sedang memfokuskan diri pada arah bisnis baru. Karyawan yang terdampak akan menerima cuti berbayar selama satu bulan ditambah kompensasi pesangon selama 13 minggu.

Sebelumnya, MARA telah mulai mengembangkan bisnis di bidang kecerdasan buatan (AI) dan komputasi berkinerja tinggi. Pada Februari 2026, perusahaan menyelesaikan akuisisi atas mayoritas saham Exaion, anak perusahaan pusat data milik grup energi nasional Prancis EDF. MARA juga menandatangani perjanjian dengan pengembang pusat data Starwood untuk mengalihfungsikan infrastruktur penambangan Bitcoin berkekuatan sekitar 1 gigawatt guna mendukung beban kerja AI.

Belum lama ini, MARA menjual lebih dari 15.000 BTC senilai sekitar USD 1,1 miliar untuk melunasi surat utang konversibel senilai USD 1 miliar.

Sepanjang tahun 2025, MARA mencatatkan kerugian bersih sebesar USD 1,3 miliar, dengan EBITDA yang disesuaikan berada di angka minus USD 330,8 juta.